Jumat, 08 September 2017

Review Under Water by Marisa Reichard

Judul : Underwater
Penulis : Marisa Reichardt.

Penerjemah : Merry Riansyah.

Penyunting : Ayu Yudha.

Cetakan : pertama, Maret 2017.

ISBN : 978-602-60443-4-1


Blurb :



Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.



Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki – lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman – temannya, tidak mampu ke sekolah.



Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar…


Pasca peristiwa 15 Oktober yang menimpa sekolahnya Morgan memilih menjauh dari kehidupan di dunia luar. Morgan adalah satu dari banyak murid yang selamat ketika sekolahnya porak-poranda dan akhirnya tutup. Ingatan tentang kejadian itu membuat Morgan diserang rasa panik sampai akhirnya dilarikan ke dokter.Morgan diketahui mengidap PTSD pasca trauma tersebut.

Selama pengobatan Morgan memutuskan tinggal dirumah dan menjauh dari dunia luar. Hidup Morgan berubah seketika setelah itu.Sahabatnya pergi, tidak ada lagi jalan-jalan dan berenang yang jadi kesukaannya. Morgan mulai memutuskan untuk belajar secara online. Setiap hari ia menghabiskan waktu di dalam rumah dan tidak sekalipun keluar dari pintu. Tapi di dalam rumah tidak lantas membuat Morgan merasa tenang. Ia kadang masih diserang rasa panik setiap kali melihat hal-hal yang mengingat tentang kejadian 15 Oktober. 

Lalu Morgan bertemu dengan tetangga baru sebelah apartmentnya. Namanya Evan, ia tercium seperti aroma pantai, ombak dan segala hal yang membahagiakan. Karena cowok itu Morgan punya alasan untuk keluar rumah. Setelah sedikit banyak yang cowok itu berikan padanya Morgan kembali jatuh cinta.

***
Upaya seorang gadis seperti Morgan, siapa yang sangka seorang gadis remaja populer bisa menderita 'penyakit' yang terbilang jarang diekspos yaitu luka traumatis atau PTSD. Buku ini sepenuhnya menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Morgan. Buku ini benar-benar bercerita tentang dia dan upayanya untuk bangkit. 

Tapi Morgan tidak sendirian, ia dikelilingi ibu yang menyayanginya, adik laki-lakinya yang ceria dan Evan seseorang yang benar-benar baru untuknya. Morgan juga memiliki perawat bernama Brenda yang menyemangatinya untuk mau keluar rumah. Morgan sepantasnya bersyukur dengan apa yang ia masih bisa terima pasca tragedi itu.

Morgan bukanlah gadis atau karakter yang loveable sebenarnya. Namun karakter Evan yang cukup menarik dan memikat. Loveable. Evan tidak ragu unttuk mendekati Morgan, memercikkan harapan-harapan dan semangat untuk sembuh. Hal yang sangat berat untuk Margon lakukan sebelum ia hadir dan mengetuk pintu hatinya.

Buku ini ternyata tidak hanya tentang Morgan saja. Ayahnya, yang dulu pernah menjadi tentara perang rupamya menderita pasca perceraian dengan ibu Morgan. Belum lagi masalah yang ia hadapi pasca peperangan membuat ia hidup dalam kesulitan dan jauh dari keluarga  Aku sedih melihat kenyataan bahwa Morgan dan ayahnya pernah sangat akrab dan saling menyayangi.

Walau termasuk lini young adult, dengan sub tema mental illnes tapi porsi romance dan keluarga tetap ada di novel ini. Percayalah alurnya yang lambat tidak akan membuat kamu bosan. Bertahanlah sedikit lebih lama dan nikmati kemana alur cerita ini membawamu. Aku yakin banyak pembaca akan terinspirasi dari kisah Morgan.  Aku berharap lebih banyak interaksi dan konflik Morgan-Evan di buku ini, karena aku suka sekali Evan Menurutku cerita bisa lebih berkembang jika karakternya bisa bergerak bebas dan menemukan akhir cerita indah mereka masing-masing

3.5 bintang untuk novel ini, :)



 

3 komentar:

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...