Sabtu, 31 Desember 2016

[Review] Bonus Track


Judul Buku : Bonus Track
Penulis : Osamu Koshigaya
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 380 Halaman
Tahun Terbit: 2014
  Rating: 3/5

Kusano Tetsuya selalu pulang paling akhir dari pegawai di restoran Hamburger tempat ia bekerja. Ditengah perasaan penat, lelah menghadapi karyawan juniornya dan tuntutan pekerjaan lainnya. Saat sedang dalam perjalanan pulang, ia menjadi saksi dari korban tabrak-lari. Ditengah hujan yang mengguyurnya malam itu
Kusano mencoba memberikan napas buatan untuk bocah yang menjadi korban malam itu. Tapi nahas sang bocah sudah dinyatakan meninggal.

Setelahnya Kusano harus menjadi memberikan keterangan kepada kepolisian. Lengkap sudah habis tenaganya di hari itu. Ia menyerahkan kasusnya kepada kepolisian dan pulang.

Ryota, dia adalah bocah yang jadi korban tabrak-lari itu. Setelah kejadian yang berlangsung begitu cepat, arwahnya keluar dari tubuhnya. Ia tidak bisa pergi kemana pun dan tidak juga bisa pulang ke rumahnya. Yang ia lihat saat itu adalah Kusano yang menyelamatkannya. Ia pun mengikuti Kusano hingga ke rumah. Ryota sadar bahwa pria yang mencoba menyelamatkannya itu bisa melihat wujud arwahnya.

Kusano terbangun dengan kondisi demam akibat kehujanan. Ia beranggapan bahwa demamnya membuat ia berhalusinasi melihat arwah seorang bocah dihadapannya. Ryota meyakinkan bahwa dirinya memang arwah. Ia tidak bisa kembali atau pergi kemanapun. Hanya Kusano lah yang bisa ia ajak bicara. Lalu pertemanan mereka berlangsung seketika itu juga.

***

Satu lagi novel J-lit terbitan Haru yang mengangkat tema yang terbilang unik, hubungan manusia-arwah. Ceritanya kuakui sangat monoton. Berisi hal-hal yang terjadi setelah kematian Ryota yang berlanjut pertemanan. Osamu Koshigaya tidak memberikan konflik yang 'wah' untuk novel ini. Bisa dibilang hanya berisi keseharian kebersamaan Kusano dan Ryota di restoran dan di rumah.

Kusano diceritakan hidup ditengah lingkungan dan pekerjaan yang membosankan, monoton, hal itulah yang membuat buku ini pun terasa data seperti kehidupannya.

Ryota, walaupun statusnya sebagai arwah yang bergentayangan ia tidak menyeramkan sama sekali. Ryota menurutku membuat hidup Kusano lebih meriah. Suasana jadi tidak terlalu menyuramkan jika ada dirinya. Ryota juga sempat menasihati Kusano agar hidupnya tidak terlalu monoton dan tidak perlu bekerja terlalu keras. Hal yang menjadi masalah dalam hidup orang dewasa yang dilihat dari mata seorang bocah.

Alur dibuku ini cukup lambat, tidak ada konflik berarti dan kurangnya twist pada novel ini. Tapi dengan adanya hal itu kita dapat melihat interaksi Kusano dan Ryota lebih dalam. Kusano yang menemami Ryota ke pemakaman, menelusuri pelaku tabrak lari itu atau sekadar bermain game bersama.

Membaca buku ini setidaknya akan membuat ingat bahwa diluar sana ada orang-orang yang peduli dan menghargai keberadaanmu. Kau hidup bukan untuk dirimu sendiri, sudah sepantasnya kamu selalu meninggalkan kesan baik dan menyenangkan untuk orang-orang disekitarmu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...