Sabtu, 31 Desember 2016

[Resensi] Hari Setelah Kita Jatuh Cinta Karya Halluna Lina



Judul: Hari Setelah Kita Jatuh Cinta
Penulis: Halluna Lina
Editor: Septi Ws
Desainer sampul: Teguh
Ilustrasi isi: Cynthia
Terbit: Cetakan pertama, 2016
ISBN: 978-602-375-520-2
Tebal: 247 hlm
Rating: 3.5/5




Cerita dibuka dengan kedatangan sepucuk surat dari Alfian. Pria itu akan menikahi Hannah dalam waktu dekat. Alfian hanya bisa berkomunikasi dengan surat karena sedang menjalani masa pingitan. Surat itu akhirnya dititipkan pada Relung salah satu sahabat Hannah.

Ini adalah kisah persahabatan empat orang gadis yang telah terjalin sejak SMP. Ada banyak kecocokan diantara mereka. Dan mereka berempat tumbuh tanpa asuhan seorang ayah. Walau mereka sempat terpisah jauh beberapa tahun tapi persahabatan itu tetap kokoh. Banyak hal yang mereka lalui sepanjang 11 tahun terakhir.

Freyja, ia adalah gadis yang baik hati dan penyabar. Saat ini ia berpacaran dengan Radit yang punya sifat sangat protektif dan berlebihan. Kemana pun Freyja pergi pria itu harus dikabari kalau tidak ia akan mengomel dan mencecarinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya berasal dari ketakutannya saja. Pria itu cinta mati padanya, tapi Freyja semakin tidak tahan dikekang seperti itu. Apalagi karena Radit yang seperti itu membuat Freyja seperti tengah berjalan diatas bara api yang panas hanya untuk bertemu sahabat-sahabatnya.

Relung, ia adalah wanita karir yang kini tengah menjalani hubungan dengan Azka. Relung tidak tahu kenapa masih tetap mempertahankan pria itu padahal ia sudah pernah disakiti. Sikap Azka yang selalu mengarang-ngarang kebohongan membuat Relung semakin lelah menghadapi sikap Azka yang seperti itu.

Hannah, diantara yang lain bisa dipastikan ia yang akan melangkah ke pernikahan lebih dulu. Orang-orang melihat dirinya sangat beruntung karena mendapatkan pria yang sesuai keinginannya Tapi seperti halnya pernikahan hanya suami dan istri lah yang tahu suka duka mereka. Menikah bukanlah hal yang mudah, apalagi jika memiliki suami super sibuk seperti Alfian yang dengan tega memangkas waktu bulan madu mereka.

Wanita terakhir dalam lingkaran persahabatan itu adalah Rasi. Ia adalah seorang penulis yang mencintai kebebasan. Kegagalan hubungan asmaranya dengan Berlin membuat Rasi sulit untuk jatuh cinta lagi. Sahabat-sahabatnya juga khawatir dengan kondisi Rasi. Jika Rasi kembali sakit hati mereka khawatir Rasi akan mencoba menghilangkan ingatannya seperti yang pernah terjadi beberapa tahun silam. Namun seorang pria yang yang ditemuinya saat di pernikahan Lily mengubah segalanya. Namanya Reuben, ia adalah seorang fotrografer yang kala itu bertugas mengabadikan momen saat pernikahan Lily. Ia juga adalah teman lama Rasi, Hannah, Freyja dan Relung saat di bangku SMP. Setelah pertemuan pertama mereka setelah sekian lama berlalu Rasi dan Reuben menjadi lebih dekat. Reuben mengajak Rasi pergi bersama atau sekadar berdiskusi tentang buku Rasi. Reuben hanya dia saat ini yang mampu menggetarkan hatinya untuk kembali merasakan apa itu cinta.

Hari Setelah Jatuh Cinta adalah buku pertama karya Halluna Lina yang saya baca. Buku ini berhasil memikat saya sejak sejak bab pertama. Di awal cerita penulis menyajikan monolog singkat awal pertemuan Rasi dengan pria yang berprofesi sebagai fotografer. Ketertarikan pada pandangan pertama itu dilanjutkan dengan pertemuan Rasi berikutnya.

Membaca buku ini mengajak pembacanya untuk menyelami kisah Rasi dan Reuben yang cukup kelam. Keduanya sama-sama pernah disakiti dan sulit untuk membuka hati kedua kalinya. Reuben dan perhatian yang diberikannya pada Rasi mampu mencairkan hati Rasi yang selama ini terbelenggu luka. Namun Reuben juga mengalami hal yang sama. Ia masih belum bisa melepaskan seseorang dari masa lalunya dan tidak menganggap bahwa Rasi akan benar-benar mencintainya.

Walaupun pada akhirnya Rasi yang harus terluka, kisah mereka cukup sulit ditebak. Aku yang tidak berekspektasi besar pada buku isi hanya mengikuti kemana penulis akan membawaku. Apakah Rasi akan bersatu dengan Reuben atau justru hal yang lebih buruk akan terjadi padanya. Penulis membangun kisah mereka dengan sangat perlahan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Aku jadi dapat memahami apa yang terjadi dulu dan sekarang pada tiap karakternya.


Aku dapat mengerti perasaan Rasi yang terkukung penyesalan di masa lalunya. Ia yang juga menjadi korban perceraian orang tuanya harus melewati masa-masa sulit sendirian. Ditambah lagi suatu penyakit atau kebiasaan yang bahkan mungkin terjadi padanya kala ia sakit hati pasti sulit bagi Rasi menghadapi semua itu.

Secara alur, buku ini terbilang lambat. Banyak bagian dimana penulis memunculkan kepingan kisah masa lalu Rasi lewat kenangan-kenangan sepintas. Tapi penulis hanya menonjolkan kisah Rasi saja. Hal ini membuatnya jadi dominan dan kisah sahabat-sahabat yang lain porsinya sedikit. Masih ada hal yang membuatku penasaran tentang masa lalu Reuben. Dari dialognya dengan Dokter Chintya, ia hanya menceritakan ia pernah memiliki seorang pacar dan belum melupakannya setelah hubungan itu berakhir. Menurutku hal ini perlu dikembangkan lagi oleh penulis.

Membaca Hari Setelah Kita Jatuh Cinta tidak hanya kisah dua manusia yang berusaha bangkit untuk menemukan cintanya, tapi juga persahabatan dan arti pasangan hidup. Sesulit apapun hidup yang dimiliki seseorang sahabat sejati akan selalu disisi untuk menjaga dan menjadi rumah untuk kembali. Buku ini juga mengisyaratkan bahwa menikah adalah jenjang tertinggi suatu hubungan yang membutuhkan mental kuat untuk menghadapinya. Memahami sifat pasangan dan menaruh kepercayaan yang kuat untuk melalui kisah pernikahan.

Aku memberikan 3.5 bintang dari 5 bintang untuk buku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...