Selasa, 06 September 2016

Book Review Scarlet by Marissa Meyer



Judul : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penyunting: Selsa Chintya
Penerbit: Spring
Terbit : Cetakan pertama, Februari 2016
Tebal : 444 halaman
Rating : 5/5

Michelle Benoit menghilang. Terhitung sudah empat belas hari nenek dari Scarlet Benoit menghilang tanpa bukti yang kuat. Departemen Orang Hilang Kepolisian Toulouse, pihak yang dihubungi Scarlet untuk mencari neneknya memutuskan menutup pencarian Michelle Benoit. Diduga nenek Scarlet itu pergi atas keinginannya sendiri atau bunuh diri. Scarlet tahu neneknya tidak mungkin meninggalkannya. Mereka saling memiliki tidak mungkin neneknya pergi begitu saja. Satu hal yang menguatkan dugaan hilangnya Michelle Benoit, wanita itu telah diculik. Jalan satu-satunya adalah Scarlet harus mencarinya sendiri. 

Berita kekacauan pesta dansa di Persemakmuran Timur telah menyebar ke seluruh dunia. Hampir semua orang membicarakan tentang gadis cyborg yang diundang Kaisar Kaito termasuk orang-orang yang datang ke bar tempat Scarlet bekerja. Semua pengunjung mengolok-olok gadis itu dan hal ini membuat Scarlet tidak terima gadis cyborg belia itu dicemoh seperti itu. Adu mulut itu berakhir ricuh tapi seorang pria yang dikenal sebagi petarung jalanan di Rieux, Prancis menyelamatkan Scarlet dari kericuhan. Pria yang diketahui bernama Wolf yang akhirnya membantu Scarlet menemukan neneknya.
Pict source here
Cukup jauh dari tempat Scarlet berada, Cinder meloloskan diri dari penjara Persemakmuran Timur. Ditengah upayanya meloloskan diri ia bertemu seorang tahanan yang ternyata mantan tentara angkatan udara Republik Amerika bernama Carswell Thorne. Pria itu menawarkan diri untuk membantu Cinder meloloskan diri dengan pesawat miliknya. Dimulailah kerjasama diantara mereka untuk mencapai pesawat yang diletakkan di sebuah hangar tersembunyi milik Thorne


Kemunculan Cinder di pesta dansa kala itu menjadi awal terbukanya rahasia Ratu Levana. Cinder harusnya sudah menjadi tahanannya jika saja ia tidak berhasil kabur. Levana mengultimatum Kaisar Kaito untuk menemukan Cinder segera atau bumi akan diserang oleh pasukan Levana. Kaisar Kaito dibantu dengan penasehatnya segera mengambil keputusan yang semula tidak ingin ia lakukan. Karena ini satu-satunya agar kaisar bisa melindungi rakyatnya.

Scarlet, adalah buku kedua dari serial The Lunar Chronicles yang masih melanjutkan cerita Cinder di buku pertamanya. Scarlet adalah retelling dari Gadis Berkerudung Merah yang sedang mencari neneknya. Marissa Meyer berhasil menyajikan cerita yang baru dan juga menegangkan di buku kedua ini. Akan kalian temui dalam satu buku terdapat 3 plot utama yang dibuat saling bersinggungan. Plot pertama tentang Cinder dan pencarian jati dirinya, Scarlet dan pencarian neneknya dan terakhir tentang aliansi antara Ratu Levana dan Kaisar Kaito. Tiga cerita ini saling melengkapi yang nantinya membuat buku kedua ini jadi makin kompleks dan makin seru. 

Plot tentang Cinder dan pencarian jati dirinya bercerita tentang upaya Cinder untuk menemukan kisah masa lalunya. Tentang siapa orang tua kandungnya dan bagaimana ia terlahir sebagai seorang cyborg. Dalam misi pencariannya ia berusaha menemukan mantan pilot militer dari Federasi Eropa yang diduga kuat mampu menjawab semua tanya yang ada dibenak Cinder. Perjalanan itu tidak mudah, ditambah lagi ia bersama dengan seorang pria yang ingin sekali disebut kapten. Kapten Thorne yang humoris dan terlalu percaya diri menemani Cinder menuju tujuannya. 

Plot yang tidak kalah menegangkan ada di bagian Scarlet dan pencarian neneknya yang hilang. Sangat berbeda dengan karakter Gadis Berkerudung Merah di buku dongeng, Scarlet ini adalah gadis petani yang kuat dan tangguh. Penutupan kasus pencarian hilangnya nenek Scarlet membuat ia harus mencari sendiri kemana neneknya pergi. Tapi Scarlet tidak sendiri, ada Wolf yang bersedia menemaninya menyusuri Prancis untuk menemukan nenek Scarlet. Wolf adalah petarung jalanan, ada luka yang membuktikan hal itu. Ada tato di lengannya yang membuktikan ia adalah bagian dari kawanan. Seorang alfa yang dibalik sangar dan luka di wajahnya memiliki hati yang rapuh. Scarlet tidak punya cara lain selain memercayai Wolf karena hanya dia satu-satunya kunci yang bisa membawa Scarlet pada neneknya. Setelah Scarlet tiba di Paris satu per satu kebenaran terungkap. Hawa tegang dan mencekam mengisi bagian ini. Dan disaat itulah plot Scarlet akan berpadu dengan konflik utama yang nantinya mempertemukan Scarlet dan Cinder. 


Membaca buku ini akan dibuat berdebar-debar dengan alurnya yang cepat. Makin kebelakang cerita makin seru bahkan hingga membuat buku ini sulit sekali untuk dilepaskan. Ditambah lagi dengan masuknya bagian Kaisar Kaito yang berusaha menyelamatkan rakyatnya disaat bumi mulai dilanda bahaya. Ada kekalutan, cemas dan kebingungan seorang raja yang mana harus memilih menyelamatkan rakyatnya atau mementingkan perasaaannya sendiri. Kekejaman Ratu Levana dan ahli sihirnya juga memengaruhi keputusan Kaisar Kai untuk segera bertindak. 


Di buku ini hampir semua bagiannya adalah bagian paling favorit saya. Jika di buku Cinder ada beberapa part yang alurnya cukup lambat, justru saya tidak merasakan hal itu di buku Scarlet. Semuanya berlangsung dengan cepat, taktis dan tidak terduga. Marissa Meyer lihai sekali menyematkan twist di masing-masing plot dan ini yang bikin tidak terduga sudah hampir separuh buku terlewatkan. Tidak ada yang membosankan, semua bagian terasa menyatu jadi satu. Kisah gadis Cinderella yang bertemu dengan Gadis Berkerudung Merah melawan tirani ratu jahatyang akan menguasai dunia. Saya tidak sabar dengan lanjutan kisah keduanya di buku ketiga Cress. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...