Jumat, 16 September 2016

[Blogtour] Review Typo by Christian Simamora



TYPO

Christian Simamora

Novel Dewasa

Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Tisna Palupi
Desainer Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Layout: Gita Mariana
Paperdoll: Mailoor
ISBN 978-602-70362-7-7
Book Trailer: https://youtu.be/p-EvJw6NDak

Tagline:
Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari.

KETIKA TUHAN TAK MERENCANAKAN
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERJODOH,
PARA ORANGTUA AKAN TURUN TANGAN
UNTUK MENYATUKAN MEREKA.

Di usianya yang keempat belas tahun, Maisie Varma dijodohkan dengan Josh Mallick oleh kedua ayah mereka. Meskipun sama-sama tak suka dengan keputusan sepihak itu, Mai dan Josh memilih untuk belajar beradaptasi dengan satu sama lain ketimbang membangun nyali untuk menentangnya.

Tapi kemudian, di malam pergantian tahun, Oma Josh yang baru mendengar tentang perjodohan itu langsung protes keras. Bukan itu saja, beliau memaksa para ayah untuk membatalkan pertunangan malam itu juga. Semuanya pun kembali seperti semula—kecuali bagi Mai. Dia sungguh-sungguh tak menyangka, status tunangan Josh selama beberapa hari membuatnya jatuh cinta untuk kali pertama.

Novel #jboyfriend kali ini merupakan kronologis cinta putri satu-satunya keluarga Varma. Tentang gelenyar yang membungkus perasaan Mai dalam bahagia, juga tentang hal-hal manis yang membuat pipinya sering merona merah.

Novel ini juga akan bercerita banyak tentang anak bungsu keluarga Mallick. Si mantan tunangan yang bertanggung jawab membuat Mai jatuh hati sekali lagi, juga yang mengingatkannya bahwa perasaan itu tak lebih dari sekadar typo. Kesalahan hati yang harus Mai koreksi.

***

Tidak pernah ada yang menyukai seorang Maisie Varma. Gadis yang lebih senang disapa Mai itu hidup dalam kungkungan keluarganya sebagai anak satu-satunya yang dimiliki keluarga Varma. Ayahnya adalah seorang pebisnis cokelat kaya raya bernama Jagapati Varma. Ide briliannya memodifikasi cokelat karamel yang tidak mudah meleleh semasa kuliah membawanya meniti karir hingga sesukses saat ini. Produk cokelatnya itu dinamai Cocobolo. Ayahnya yang tegas selalu memberikan apapun yang Mai butuhkan. Tapi hal itu tidak membuat Mai tumbuh menjadi manja. Mai justru menunjukkan kemampuan akademik dan motorik yang berkembang melampaui anak-anak seusianya. Ayahnya adalah sumber kebahagiannya tapi juga masalah untuk dirinya.




Kesuksesan Jagapati Varma tidak lepas dari bantuan sahabat sekaligus partner bisnisnya Ronan Mallick. Mereka membangun bisnis itu bersama dengan kemampuannya masing-masing. jagapati Varma dengan ide inovasi miliknya dan Ronan pada urusan finansial perusahaannya. Kejayaan produk mereka berhasil menguasai pasar nasional dan menghasilkan anak perusahaan dengan berbagai produk di seluruh negeri.

Tapi suatu ketika dua orang sahabat itu mulai menyadari pentingnya ikatan keluarga untuk mempererat kerja sama mereka. Di usianya yang keempat belas tahun Mai dijodohkan dengan Josh Mallick-anak bungsu Ronan Mallick yang usianya satu tahun dibawah Mai. Awalnya tidak mudah mendengar kenyataan di usia yang terbilang muda Mai dan Josh sudah dijodohkan. Usaha untuk menentang perjodohan itu dirasa percuma melihat keduanya tidak ingin melukai perasaan kedua ayahnya. Di malam yang sama setelah pengumuman perjodohan itu mereka mulai menerima satu sama lain. Josh yang paling dulu membuka hati untuk Mai. Ia melihat sisi baik jika ia bisa menikahi Mai kelak nanti. Mai ternyata tidak seburuk kelihatannya, gadis itu punya tawa yang indah dan saat berada disisi gadis itu Josh mulai jatuh cinta. 

Mai, gadis itu bisa dikatakan memiliki masa anak-anak yang tidak menyenangkan. Kecerdasan yang dimilikinya membuat Mai lebih senang menyibukkan diri dengan membaca buku ketimbang melakoni kebiasaan teman-temannya untuk terlihat gaul. Mai dianggap sebagai makhluk aneh karena ia berada jauh diatas teman-temannya. kecintaannya pada buku dan mendekam di rumah membuatnya disebut alien. Sedihnya tidak ada satupun cowok disekolahnya yang tertarik padanya. Bisa dirasakan bagaimana pahitnya ketika dijauhi dan menghabiskan sepanjang masa sekolah diperlakukan dengan hinaan? Sakit.

Tapi di usianya yang keempat belas Mai dibawa beserta keluarganya untuk hadir di acara makan malam perayaan natal di rumah rekan bisnis ayahnya. Di malam itulah ia pertama kali bertemu Josh Mallick. Kepiawaiannya bermain piano yang notabenenya tidak bisa dikuasai Mai membuat Mai  jatuh hati pada Josh. Cowok itu meskipun agak kekanak-kanakan ia sangat lembut saat didekat Mai. Josh menenangkannya saat Mai shock dengan kabar perjodohan mereka. Setelah makan bersama itu diam-diam Mai mencai segala informasi tentang Josh, mulai dari nama lengkapnya Joshua Ryan Mallick, identitasnya, garis keturunan Josh bahkan hingga prestasi bela diri dan bermain alat musik. Diam-diam Josh juga melakukan hal yang sama. Dengan cara itu mereka mulai menerima satu sama lain dan benih cinta bersemi diantara mereka.

Tidak lama setelah makan malam bersama, Mai sekeluarga diundang kembali untuk merayakan malam pergantian tahun bersama bersama keluarga Mallick. Tidak hanya mereka yang diundang, Oma Josh pun diundang. Ia wanita yang lembut walau usianya fisiknya tidak semuda dulu. Oma Josh yang kaget mendengar perjodohan tidak masuk akal Mai dan Josh sontak menolaknya. Malam pergantian tahun mereka jadi terasa mengerikan terutama untuk Josh dan Mai yang sudah saling menyukai. Perjodohan mereka akhirnya dibatalkan dan kisah cinta sesaat mereka harus berakhir. 

Butuh waktu sangat lama sampai akhirnya Mai dan Josh dipertemukan kembali. Setelah Mai sukses dengan karirnya ia dipercayakan oleh ayahnya untuk mengembangkan bbisnis Cocobolo Group di sektor artisan chocolate factory. Yang mana proyek ini akan menunjang impian ayah Mai dan ayah Josh untuk mewujudkan sebuah hotel cokelat dengan pelayanan bintang lima. Mai yang handal dalam urusan EO dianggap kompeten untuk menjalan projek itu bersama Josh yang juga handal di urusan financial perusahaan. 

Tidak disangka setelah lama tidak bertemu Josh maupun Mai masih sama-sama mengingat perjodohan singkat mereka dulu. Rasa suka diantara mereka masih bersemayam dan makin menjadi jadi saat Josh mulai menunjukkan sisi sensualnya. Josh yang atletis, memiliki lesung pipit yang menggoda ditambah gelarnya yang terkenal suka mempermainkan wanita makin membuat Mai mabuk karena pesona Josh.   
Tapi dilema muncul saat Josh menyadari bahaya yang ia timbulkan jika ia mempermainkan Mai. Josh memang dikenal dengan pesonanya di mata para wanita. Menjadikan Mai sebagai sasaran berikutnya sangat mudah bagi Josh, tapi Mai adalah anak rekan bisnis penting ayahnya. Bukan hanya Josh yang terancam statusnya, ikatan yang dibangun keluarga Varma dan Mallick akan runtuh jika Josh menodai Mai sedikit saja. 



Panasss .. Seri J Boy Friend kali ini punya rasa yang beda dari buku sebelumnya Marry Now, SorryLater. J Boy Friend adalah istilah untuk novel karya Christian Simamora yang setiap tokoh utama laki-lakinya memiliki inisal nama berawalan ‘J’. Dan di buku ini kita akan bertemu dengan Joshua Ryan Mallick. Pekerjaannya adalah sebagai CFO Mallick Finance Group yang didirikan ayahnya. Profesinya sebagai CFO membutuhkan kemampuan managing yang kuat dalam mengendalikan perusahaan dan hal-hal yang berurusan dengan urusan keuangan perusahaan. Sementara Mai ahli untuk hal-hal yang mengharuskan kemampuan perencanaan sebuah event, ide-ide membangun konsep acara seperti halnya sebuah Event Organizer. 
 
Saya suka sekali dengan cara bang Ino mempasangkan Mai dan Josh sebagai sebuah tim. Kebersamaan mereka makin lama memunculkan kembali cinta lama mereka. Ingatan singkat mereka membuat mereka mempertanyakan kembali maksud dari ide ayah mereka yang memasangkan mereka menjadi sebuah tim. Josh sebagai heroine di novel kali ini rasanya hanya seperti pendukung dari keberadaan Mai. Cerita agak timpang karena porsi cerita Mai lebih banyak , tapi tetap sisi heroine Josh tetap menggoda untuk diikuti. Di setiap bab penulis berhasil memunculkan aksi hot hubungan Mai dan Josh. Sentuhan dan kontak fisik yang menggebu-gebu diantara keduanya hampir selalu ada di tiap bagian. Aku tidak menyarankan buku ini untuk kamu yang masih belum kuat iman :p Akan goyah imanmu nak,, hehehe


Ketimbang MNSL, Typo memiliki alur yang variatif dan sedikit rumit. Ada dua plot yang dibangun penulis, yaitu plot yang menceritakan kisah perjodohan Mai dan Josh dan plot utama yaitu projek kerja Mai dan Josh untuk mewujudkan hotel cokelat impian orangtua mereka. Membaca buku Typo akan kalian temui sajian makanan cokelat yang menggugah selera, mulai dari cokelat mawar (yang ketika dimakan harus menggunakan kelopak mawar asli) sampai truffle cokelat isi susu yang keliatannya lezat.

Membaca buku Typo juga akan menyegarkan ingatan kalian pada tokoh Jai Birksted dan Tal Koum Vimana di buku Tiger On My Bed dan . Nama mereka sempat disebut dibeberapa bagian, salah satunya Dunchess sahabat Mai yang sempat menolak ajakan kerja sama dengan perusahaan milik Jao Lee. Dan hal-hal kecil yang membuat kita tidak lupa begitu saja dengan tokoh di buku bang Ino sebelumnya. 

Kalau kamu seorang pecinta buku yang senang mengidolakan kisah seperti halnya di novel, kamu akan merasa punya relate dengan tokoh Mai. Karena di buku ini ia punya kegemaran membaca buku. *Bukan penimbun buku seperti ku sih* hehehe. Tapi Mai ini suka membawa buku karangan Carina St. Tropez kemanapun ia pergi bahkan membaca sebelum tidur. Ya, kebiasaan membaca buku Mai membuatku makin bersemangat untuk terus membaca dan mereview tentunya. :D haha. Dan tokoh Josh disini cukup loveable, dia punya sisi manja dan juga dewasa dengan porsi yang pas. Aku suka sekali dengan Josh yang tidak segan membantu salah satu kakak perempuannya mengurus anak-anaknya dan akhirnya menggantikan posisi kakaknya di perusahaan walaupun ia bisa saja mengambil pekerjaan yang ia sukai.

Buku ini walau tebal diluar tapi tetap ada rasa ringan yang bikin kita akan terhibur dan mengikuti kisah cinta tokoh-tokohnya. Tidak ada yang berubah dari gaya bercerita bang Ino, tetap ringan, hot dan mudah diikuti. 

3.5 bintang untuk Josh yang bikin aku deg-degan dan gaya rambut ala filsuf Yunani-nya. :)

Nope, Done, Done

Photo Challenge

Karena novel Typo ini banyak mengangkat soal cokelat, setiap host diminta berpose semirip mungkin dengan foto balita di salah satu iklan cokelat berakohol.




Kalau dilihat nggak ada mirip-miripnya ya? haha.  Nggak ada miripnya sama wajah balitanya yang unyu-unyu itu. :D LoL.

Jangan lupa, setelah ini akan ada giveaway berhadiah buku Typo. Stay tune ya :)


21 komentar:

  1. Mbak Aya, tambah pengen baca euy. Yang belum saya temukan adalah nilai-nilai apa yang bisa didapat setelah baca buku ini. pesan moralnya sekering itukah? Mau baca banget biar nggak bertanya. Hahaha :)

    Wishful Wednesday: Ratu Selja dan Gerda

    BalasHapus
  2. Penasaran sama novel karya bang ino. Belum pernah baca bukunya, tapi sering baca review-nya. Semoga bisa ikut mencicipinya lewat blogtour, hehehe :D

    BalasHapus
  3. I love chocolate, and I fall in love into this novel....yayayayayayayyyy
    penasaran!!

    BalasHapus
  4. Wah reviewnya bikin penasaran abis.

    BalasHapus
  5. dari sekian panjang review nya, yg aku ingat cuma foto tantangannya.. hahahha
    Kak kepalanya salah tuu, ^-^

    BalasHapus
  6. Aya, matanya kurang ngantuk ay :p *cut* ulangi lagi :p hahaa

    BalasHapus
  7. awww teriak ,, saat baca reviewnya, sumpah pengen banget, nggak salah deh aku ngidolain tulisan christian simamora. Keep inspiring ya bang

    BalasHapus
  8. Kayanya seru nih. Belum pernah baca karangan christian simamora sebelumnya. Mudah2an ntar bisa dapet hadiah GA๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  9. Tuh kan di saat tukang cokelat ketemu tukang mikirin duit jadinya gitu tuh. 'Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari' tagline-nya nggak pernah bisa yang biasa aja yah Bang? Sebaris aja udah mancing baper, keterlaluan ih haha.

    BalasHapus
  10. fotonya hampir mendekati mirip kok kak, hehe

    BalasHapus
  11. Maaf kak aku udah mepet KEPO nya nih, ingin segera baca wish me luck buat GA ini hehe jadi kirimkan untuk ku ya :p

    BalasHapus
  12. nah kan jadi penasaran, karena bang ino nyembunyiin namanya di slah satu paragraf :#

    BalasHapus
  13. Wiih.. Keren deh buat bang Ino. Judul novel yang menarik yang udah bikin otakku salah faham tentang isi novel typo. Menyuguhkan cerita yang tidak klise. Novel yang membuat penasaran. Riviewnya aja udah menarik dan bikin penasaran. Awesome deh pokoknya

    BalasHapus
  14. pertama beli buku karyanya Christian Simamora yang Good Fight, dan weeew... bukunya memang diperuntukkan untuk yang sudah dewasa (waktu itu aku masih duduk di kelas 2 SMA). sampai sekarang aku belum membeli lagi novel karyanya Christian Simamora. tapi aku ingat, hal yang paling aku sukai dari christian simamora di Good Fight adalah gaya bahasanya yang santai. penasaran sih untuk membaca-membaca ulang novel2 karyanya, tapi ketika berniat beli selalu lihat tag harga yang tidak sesuai di kantung mahasiswa kere. hehe.

    BalasHapus
  15. Saya hanya ingin mengomentari fotonya kak Aya. hihi.. lucu... tapi kurang mirip. kurang ngantuk. hhii

    BalasHapus
  16. Reviewnya bagus, lengkap banget๐Ÿ‘
    Thanks Aya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  17. Jadi pengen makan coklat deh. Bukunya bang Ino emang punya ciri khas tersendiri yah

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Josh..., apakah nama tokohnya itu Joshua? Waduh.... Saya punya kenangan manis asem asin sama nama Josh ini wkwkwkwk.... (Dan lagi ngincar novel-novel bertokoh "Joshua" saking gimana-gimananya xD)


    Astaga bener... Joshua Ryan Mallic! Oh tidak, oh tidak =))

    BalasHapus
  20. duh, kece banget sih Bang Ino. Nggak kepikiran awalnya kenapa dinamain TYPO. Kisahnya unik, dan cukup rumit dengan dua plot. Pengin kenalan sama Mai, siapa tau cocok ngobrolin buku bareng heehe

    BalasHapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...