Minggu, 05 Juli 2015

Resensi Marry Now, Sorry Later - Christian Simamora

Marry Now, Sorry Later


Dia menemukanku dalam sekejap  kini dia sudah dihadapanku dan memaksaku pulang. Tidak. Menjalani satu malam bersamanya sudah membuatku muak bagaimana dengan tinggal bersamanya selama kontrak itu habis. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya saat ini setelah aku mempermalukannya di resepsi pernikahannya-resepsi pernikahan kami. Dan sekarang dia masih menginginkanku untuk kembali ke Jakarta. Hari-hariku tidak akan sama lagi selama dia masih berada didekatku.

Reina anak tunggal dari pemilik Hardiansyah Electronics terpaksa meneruskan pelunasan hutang milik mendiang ayahnya kepada Shylock Indonesia. Dengan minimnya bakat bisnis yang ia miliki, Reina mencoba menempuh jalan negosiasi agar Jao Lee si pemilik distributor mobil mewah bersedia memberi keringanan waktu pelunasan hutang. Tapi ini menjadi tidak mudah saat pria bertubuh sexy nan hot itu menginginkan dirinya.

Saat merasakan kenikmatan yang diberikan Reina sebagai bukti kekalahan wanita itu untuk melunasi hutang membuat Jao menginginkan sesuatu yang lebih dari wanita itu. Menjadikan Reina sebagai istri dan segala hutang akan dianggap lunas. Reina menerima tawaran itu. Perjanjian telah disepakati dan jadilah Reina sebagai isteri Jao, sayangnya Reina memutuskan kabur dari pesta dan berkelana hingga berakhir di Ubud.

" Setelah lo mempermalukan gue didepan semua, gue putuskan mencari lo sampai ke ujung dunia sekalipun" - Jao, hal 12.


Nyatanya Jao tidak semudah itu berpaling hati dan melepaskan Reina. Dia tidak mengakui bahwa sebenarnya dia telah mencintai Reina, karena dalam hidupnya tidak mengenal istilah cinta. Dia tidak ingin merasakan pahitnya cinta seperti masa lalu ayahnya bersama dengan ibunya dulu.
Hingga akhirnya ia sadar bahwa seseorang harus berubah demi orang yang ia cintai.

Pernikahan Tanpa Cinta

Itulah yang coba diangkat oleh Christian Simamora dalam buku keempat belasnya dan masih dengan #JBoyfrieds series miliknya.
Jao dan Reina adalah cerminan kaum urban masa kini yang tidak lepas dari harta, gemerlap dunia perkotaan dan hubungan bebas. Baik keduanya memiliki kehidupan masing-masing diluar rumah, Jao dengan perusahaannya dan Reina yang tidak lepas dari dunia wanita dan sahabat-sahabatnya.

Selain kedua tokoh utama tersebut ada Char dan Sari sahabat Reina yang biasa menjadi tempat Reina mencurahkan kisah kehidupannya bersama Jao. Sayangnya tidak pernah ada cinta disana, Jao menginginkannyahanya untuk kepuasan nafsu semata begitu juga Reina.

Sosok Jao yang digambarkan begitu sempurna dari fisiknya yang sexy, wajah tampan khas Tionghoa dan penuh pesona lama kelamaan membuat Reina tanpa sadar mulai menerima Jao. Terutama di saat adegan panas yang mereka lakukan dirumah yang ia akui sangat menikmatinya. Sosok Jao bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kalian penggemar kisah metropop.

"Lo dan gue sama-sama tahu, gue nggak ingin memperpanjang pernikahan ini."
"Don't you love me?"
"Nggak. Iya. Mungkin- I dunno. Stop making me confuced damn it!" - hal 372


Reina ini walau digambarkan keras kepala dan cerewet dia bukanlah wanita yang dengan mudah mengakui perasaannya. Lama-kelamaan jadi gemas melihat tingkahnya yang munafik.
Sangat disayangkan interaksi romantis diantara Jao dan Reina sangat kurang. Mungkin karena profesi membuat mereka lebih fokus pada aktifitas masing-masing.

Kekurangan lainnya adalah konflik percintaan mereka yang terbilang biasa dan sedikit membosankan untuk saya. Setting perpindahan cerita dari Bali-Jakarta membuat sisi lain keindahan Bali tidak banyak di tonjolkan. Tapi hal itu tidak jadi masalah berarti karena tertutupi kenikamatan saat mengikuti tingkah laku kedua tokoh.
Salah satunya saat Jao berusaha menjadi pria idaman boyfriend experience dengan berbekal ilmu dari internet di hal 191. Atau upaya Jao untuk membuat Reina jatuh cinta padanya dengan cara menghabiskan sisa hari pernikahannya di hal 393.


Menyenangkan rasanya melihat pengorbanan yang dilakukan Jao untuk Reina. Perfect! 
Yang menyebalkan adalah sosok Reina yang munafik dan keras kepala. Apa sih susahnya jujur dengan perasaan sendiri? Membohongi diri sendiri itu sakit!

Satu hal lagi, bonus paperdoll didalamnya cukup mampu menutupi kekurangan yang saya dapati termasuk pemakaian  bahasa Inggris Indonesia campur aduk yang jadi ciri khas si penulis


  Pict by twitter @09061983

Untuk buku #JBoyfriend kali ini saya hanya bisa memberikan 3 bintang. Jika kalian penggemar kisah HOT AND SPYCY ala Metropop, kalian bisa mencicipi legitnya kisah Jao dan Reina ini.


Judul : Marry Now, Sorry Later
Penulis : Christian Simamora (@09061983
Editor : Dwi Annisa Anindhika
Penata Letak : Gita Mariana
Ilustrasi isi & paperdoll : Mailoor
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Twigora / @Twigora
Source by: Penerbit Twogora & Afifah Mazaya
Rating: 3/5

2 komentar:

  1. Paper doll kaya mainan jaman SD :D

    BalasHapus
  2. Di balik sosok kejam biasanya tersimpan luka. Kovernya aja hottt

    BalasHapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...